Tentang

Satu kunci suksesnya penerapan peraturan keselamatan adalah tercapainya budaya pelaporan “Just Culture” di dalam organisasi atau institusi pendidikan dan pelatihan, serta para pengambil kebijakan. Budaya pelaporan yang efektif tergantung dari bagaimana organisasi-organisasi ini mengatasi kesalahan dan hukuman.
Politeknik Penerbangan Indonesia Curug membangun sebuah sistem pelaporan keselamatan untuk memberikan informasi kinerja keselamatan lingkup pendidikan dan ketarunaan sebagai tindak lanjut dan umpan balik layanan informasi yang diberikan kepada masyarakat dan pimpinan tertinggi. Pelaporan keselamatan dapat dianalisa untuk dapat menunjukkan kemungkinan terjadinya kejadian serius dan atau kecelakaan dengan menyediakan informasi mengenai kemungkinan risiko (risk) dan bahaya (hazard).
Prosedur ini berlaku dan digunakan di lingkungan Politeknik Penerbangan Indonesia Curug dalam hal pelaporan keselamatan (laporan kejadian, insiden, kerusakan sistem & fasilitas laboratorium, simulator serta bahaya (hazard) pada kegiatan pendidikan, pelatihan dan ketarunaan yang berisiko terancamnya keselamatan) yang terjadi di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug.